Thursday, 25 December 2014

Beberapa Kebiasaan Pemicu Diabetes



Beberapa kebiasaan pemicu diabetes. Pola hidup terbentuk dari berbagai kebiasaan yang kita jalani. Oleh karena jika ingin mengubah pola hidup, akan lebih baik jika kita memulainya dengan mengganti kebiasaan-kebiasaan kecil yang kadang biasa kita jalani. Berikut ini adalah 9 kebiasaan kecil yang bisa memicu diabetes dan juga solusinya:
·         Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi, belum lagi risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori perempuan dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori, maka ujungnya akan menjadi obesitas dan diabetes.
Jika  sudah demikian, maka solusi yang bisa dilakukan adalah dengan meminum air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
·         Gorengan
Karena bentuknya kecil, biasanya satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, DM, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid  yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Sebagai penggantinya bisa mengonsumsi kacang jepang atau pie buah.
·         Suka  mengemil
Kita mengira bahwa dengan membatasi makan Siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan ke dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Sebagai gantinya, Anda bisa menjadikan buah potong segar yang berindeks glikemik rendah Sebagai camilan.
·         Kurang tidur
Jika kualitas tidur tidak didapat, maka metabolisms menjadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan bahwa kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh dalam memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu untuk menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi yang harus dilakukan adalah dengan tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
·         Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90% dalam 20 tahun ke depan. Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam berlipat ganda karena masyarakat di kota tersebut lebih memilih untuk naik motor dibanding bersepeda. Kesimpulannya, mereka yang aktivitas fisiknya sedikit berrisiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Solusi yang bisa dilakukan adalah sesering mungkin menggunakan sepeda untuk bepergian, misalnya bersepeda ketika hendak pergi kantor.
·         Sering stres
Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun jika gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan, maka akan meningkatkan risiko untuk terjadinya diabetes.
Solusinya bisa dilakukan dengan mengungkapkan dan menceritakan kasus yang membuat Anda stres pada orang kepercayaan Anda. Mengikuti kelas-kelas yoga dan hipnoterapi untuk menenangkan pikiran juga bisa menjadi alternatif Solusi yang cerdas.
·         Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan laki-laki dan perempuan menemukan data bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22%.  Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak hanya disebabkan oleh rokok, tetapi juga kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat seperti pola makan dan olahraga.
Satu-satunya solusi yang harus dilakukan adalah berhenti merokok. Untuk menghilangkan kebiasaan merokok dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti hipnosis atau mengikuti kelas terapi untuk perokok.
·         Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, maka pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusinya adalah dengan membatasi waktu penggunaan pil-pil hormonal; jangan lebih dari 5 tahun. Selain itu, selalu konsultasikan rencana KB Anda dengan bidan atau dokter obsgin kepercayaan Anda.
·         Berlebihan dalam mengonsumsi minuman bersoda
Penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study // terhadap 51.603 perempuan usia 22-44 tahun menemukan data bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Solusinya adalah dengan mengubah kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dengan jus dingin tanpa gula. Tentu dengan tetap memperhatikan jumlah kalori yang terkandung dalam buah yang dijus tersebut.

No comments:

Post a Comment